Pada zaman dahulu di muara sungai nyaur bermukimlah beberapa keluarga dari suku melayu. dan setiap hari mereka berburu dan meramu makanan di muara sungai nyaur, lama kelamaan hewan buruan yang ada di sekitar tempat gubuknya berkurang. Karena itu suatu pagi mereka sepakat untuk berburu di seberang tempat tinggalnya.
Dengan menggunakan rakit menyebrang mereka, walaupun dengan susah payah namun mereka tetap mengayuh rakitnya kehulu, akhirnya sampailah mereka di sebuah teluk barulah mereka berlabuh, mereka menancapkan sebuah dayung untuk tempat mengikatkan tali rakitnya tepat di bawah sebuah pohon Leban yang besar. setelah itu barulah mereka berburu.
Mereka banyak mendapatkan hewan buruan. karena sudah mendapatkan hewan buruan yang banyak mereka ingin segera kegubuknya. Namun ketika mereka sampai kerakitnya dan akan membuka tali rakitnya mereka semua terkagum melihat dayung yang mereka tancapkan tadi sudah bersarang burung cinto kasih. Salah satu dari mereka berkata bahwa sebaiknya kita membangun tempat tinggal di tempat ini, Suatu saat tempat ini akan menjadi tempat yang makmur, dan tempat itu diberi nama TELUK LEBAN.
Pohon Leban dalam cerita inilah yang di ukir dan di jadikan kentungan dan hanya boleh di pukul ketika ada salah satu warga Desa Teluk Leban yang meninggal dunia.


0 Komentar